Rabu, 02 Oktober 2013

Sosiologi Pembangunan

Manfaat Sosiologi Pembangunan
ž  Sosiologi pembangunan mencoba melengkapi kajian ekonomi yang selamaini hanya didasarkan pada produktivitas dan efisiensi dalam mengukurkeberhasilan pembangunan.
ž  Pembangunan sebagai sebuah perubahan sosialyang terencana tidak bisa hanya dijelaskan secara kuantitatif denganpendekatan ekonomi semata, terdapat aspek tersembunyi jauh pada dirimasyarakat seperti persepsi, gaya hidup, motivasi dan budaya yangmempengaruhi pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan peluang-peluang yang ada.
ž  Sosiologi pembangunan juga berusaha untukmenjelaskan berbagai dampak baik positif maupun negatif daripembangunan terhadap sosial budaya masyarakat.
ž  Berbagai introduksi baikyang berupa teknologi dan nilai-nilai baru dalam proses pembangunan tentuakan membawa dampak pada bangunan sosial yang sudah ada sejak lama.
ž  sosiologi adalah cara menggerakkan masyarakat untuk mendukung pembangunan dan masyarakat adalah sebagai tenaga pembangunan, dan dampak  pembangunan.
ž  Sosiologi pembangunan berkembang pesat sejak awal 1960-an. Sosiologi pembangunan sangat dipengaruhi oleh pokok-pokok pikiran para ahli sosiologi klasik seperti Marx Weber dan Durkheim.
ž  Sosiologi pembangunan juga membawa dampak pada lahirnyadimensi-dimensi baru dalam konsep pembangunan.
ž  Menurut Soerjono Soekanto, pengetahuan sosiologi dapat diterapkan dan berguna untuk kehidupan sehari-hari, misalnya untuk memberikan data-data sosial yang diperlukan padatahapan perencanaan, pencaharian, penerapan dan penilaian proses pembangunan.
ž  Pada tahap perencanaan hasil penelitian sosiologi dapat digunakan sebagai bahan pada tahap evaluasi.
ž  Padatahap penerapan, perlu diadakan identifikasi terhadap kekuatan sosial yang ada di dalammasyarakat.
ž  Modernisasi merupakan tanggapan ilmuan sosial barat terhadap tantangan yang dihadapi olehnegara dunia kedua setelah berakhirnya Perang Dunia II.
ž  Modernisasi menjadi sebuah model pembangunan yang berkembang dengan pesat seiringkeberhasilan negara dunia kedua.
ž  Negara dunia ketiga juga tidak luput oleh sentuhanmodernisasi ala barat tersebut.
ž  Sosiologi pembangunan berkembang pesat sejak awal 1960-an.
ž  Dipengaruhi oleh pokok-pokok pikiran ahli sosiologi klasik seperti Marx, Weber dan Durkheim.
ž  Perkembangan sosiologi pembangunan semakin pesat seiring dengan gagalnya program pembangunan yang disponsori oleh Amerika Serikat pada negara-negara dunia ketiga. K
ž  Sosiologi pembangunan membawa dampak pada lahirnya dimensi-dimensi baru dalam konsep pembangunan.
Lima dimensi yang perlu untuk diungkap (Webster: 1984)
1.Posisi negara miskin dalam hubungan sosial dan ekonominya dengannegara-negara lain.
2.Ciri khas atau karakter dari suatu masyarakat yang mempengaruhi pembangunan.
3.Hubungan antara proses budaya dan ekonomi yang mempengaruhi pembangunan.
4.Aspek sejarah dalam proses pembangunan atau perubahan sosial yangterjadi.
5.Penerapan berbagai teori perubahan sosial yang mempengaruhi kebijakan pembangunan nasional pada negara-negara berkembang. 

Sejarah Sosiologi Pembangunan

Pendekatan sosiologi historis.
Sosiologi historis menggunakan perspektif pertumbuhan dalam mengungkap permasalahan dengan teori dan konsep sosiologi. Berbagai penelitian yang menggunakan pendekatan historis pada awal perkembangannya menjadikan daerah kolonial sebagai objek kajian. Berberapa penelitian yang mengambil objek kajian di Indonesia menjelaskan tentang berbagai dampak pembangunan seperti lahirnya konsep shared proverty oleh Geertz.

Pendekatan ekonomi politik.
Aliran ini berangkat dari keterbelakangan yang dialami oleh negara dunia ketiga. Pendekatan ekonomi politik memberikan gambaran tentang secara ekonomi antara negara maju dan negara miskin. Objek penelitian pendekatan ekonomi politik adalah negara dunia ketiga di Amerika Latin. Kelompok yang menggunakan aliran ini kemudian mengembangkan teori dependensi.

Pendekatan sosiologi modernisasi.
Aliran ini kemudian berkembang menjadi teori modernisasi.

Pendekatan tradisi antropologi marxis.
Pokok kajian pendekatan ini adalah cara produksi yang dominan di Amerika Latin. Perspektif cara berproduksi tidak dapat menghasilkan pemecahan pada masalah-masalah pembangunan dan kebijaksanaan pembangunan.

Pendekatan sosiologi terapan.
Para ahli sosiologi terapan berusaha memberikan data praktis tingkat lokal kepada pengambil kebijakan atau pengambil kebijakan. Kelemahan pendekatan ini adalah miskin akan teori serta hasil penelitian yang didapat kurang bisa ditarik menjadi sebuah model yang

Teori Modernisasi Klasik
Sejarah Lahirnya:
ž  Munculnya AS sebagai kekuatan dominan dunia setelah PD II.
ž  Perluasan pergerakan komunis dan upaya pembendungan ideologi itu oleh AS
ž  Lahirnya negara-negara merdeka baru di Asia, Amerika Latin dan Afrika

Warisan Pemikiran
I. Teori Evolusi
  1. Perubahan sosial merupakan gerakan searah seperti garis lurus. Masyarakat berkembang dari primitif ke modern
  2. Perubahan menuju bentuk masyarakat modern tidak dapat dihindari. Masyarakat modern adalah masyarakat yang dicita-citakan.
  3. Perubahan sosial berjalan secara perlahan-lahan dan bertahap.
II Teori Fungsionalisme
  1. Masyarakat mempunyai kelembagaan yang saling terkait dan ketergantungan satu sama lain.
  2. Setiap lembaga dalam masyarakat melaksanakan tugas untuk stabilitas dan pertumbuhan masyarakat
  3. Keseimbangan dinamis-stasioner: jika satu bagian tubuh berubah, maka bagian lain akan ikut berubah.
  4. Masyarakat akan selalu berada di situasi yang harmonis, stabil, seimbang dan mapan.
  Masyarakat Tradisional : Masyarakat Modern
ž  Kecintaan                                  : Kenetralan
ž  Kekhususan                             : Universal
ž  Warisan                                    : Prestasi

Tahapan Pertumbuhan Ekonomi oleh Rostow
5 tahapan pembangunan ekonomi:
  1. Tahapan tradisional
  2. Tinggal landas
  3. Lepas landas
  4. Kematangan pertumbuhan
  5. Konsumsi tinggi
Bagaimana DK III Peroleh Sumber Daya yang Diperlukan?
ž  Dana untuk investasi dr dana radikal: pajak yang tinggi
ž  Lembaga keuangan: bank, pasar uang, obligasi pemerintah
ž  Perdagangan internasional
ž  Modal asing

Tidak ada komentar: